menjemput cinta

Rabu, 23 Desember 2009

Untuk apa aku kembali ke surga. . .
Sedang kau begitu indah menungguku di bumi. . .
Untuk apa aku merajut sayap yang patah. . .
Sedang kau tulus sembuhkan hatiku. . .

Sungguh bumi terlalu indah untuk dipandang dari atas. . .
Kesantunanmu tak tertutupi oleh atmosfir langit. . .
Senyum itu seakan pancarkan sinar yang terangi aku. . .
Seolah planet biru menjadi bintang merah jambu olehmu. . .

Kutinggalkan keabadian demi cahaya itu. . .
Cukuplah bagiku bekal hidup di bumi denganmu. . .
Menjadi makhluk tak bersayap sepertimu. . .
Merasakan suka-duka warna-warni oleh cinta. . .

Sungguh aku tidak tercipta untuk berdusta. . .
Nampak begitu jelas hatiku terisi olehmu. . .
Terinfeksi oleh sentuhan virus kasih sayang. . .
Yang membuatku melayang mendarat ke bumi. . .

Tak dapat kusimpan rasa ini terlalu lama. . .
Selalu ada senyummu di batas kesadaranku. . .
Menghiasi hari-hari menjadi begitu indah. . .
Melewati setiap waktu penuh semangadh. . .

0 komentar: